15.3.13

perempuan2 hebat...

huff... entah kenapa baru2 ini saya selalu mendengar berita menyedihkan yg sama, tapi di balik kisah menyedihkan itu ada rasa kagum sama perempuan2 hebat yg mengalaminya.

awalnya cerita2 di whatsapp sama adikku kl teman suaminya baru aja kehilangan anak pertamanya dalam kandungan & sebenarnya hari itu adalah hari due datenya, baru aja pagi itu dia posting ucapin makasih ke suaminya krn dibeliin breastpump buat persiapan lahiran, eh...tenyata Allah berkehendak lain, pas kontrol ke dokter, anaknya udah meninggal di dalam (tali pusarnya sudah bersimpul2) & dia tetap melahirkan anaknya secara normal....

cerita kedua, dari sepupuku, yg temannya juga melahirkan anak pertamanya yg meninggal di kandungan (8 bln) secara normal....

cerita ketiga, masih dari sepupuku, yg temannya melahirkan anak perempuan pertamanya ( 2 anak sebelumnya laki2) di usia kandungan 7 bulan & anaknya hanya bertahan hidup beberapa hari saja....

cerita keempat, yg lebih mengejutkanku, krn dialami oleh keponakan mas yg juga kehilangan anak pertamanya yg meninggal dalam kandungan usia 7 bulan. V melahirkan anaknya juga secara normal, setelah melewati proses induksi 2 hari (aku yg induksi dalam hitungan jam aja rasanya udah ampun2an, apalagi V yg mengalami sakit selama 2 hari & anak yg dilahirkan udah meninggal).
yg lebih menyedihkan dari kejadian ini, hari kamis (3 hr sebelumnya), mereka sempat usg 4dimensi & semuanya baik2 aja, bahkan beberapa jam sebelum sampai rs untuk kontrol di hari minggu (krn V merasa gerakan janin berkurang), anaknya masih bergerak ketika diajak bicara & dielus perutnya, tapi ketika sampai rs, anaknya dinyatakan sudah meninggal dunia & suami V bilang ke kita, mungkin itu lah salam perpisahannya.....
rasanya hati saya hancur mendengar itu, tapi saya harus bisa menahan kesedihan saya di depan mereka sekeluarga krn mereka pasti jauh lebih merasakan sakitnya kehilangan itu daripada yg saya rasakan....

ga pernah terbayangkan (bahkan rasanya ga berani aku ngebayangin) gimana rasanya jadi mereka semua. anak yg dinanti2 harus pergi lebih dulu sebelum mereka sempat menimang, menggendong, memeluk & menciumnya. mereka rela tetap melahirkan normal padahal anaknya udah ga ada. rasanya aku mungkin ga sanggup melakukan itu, terbayang setelah sakitnya melahirkan, ga cuma luka fisik yg harus disembuhkan tapi ada rasa luka di hati yg mungkin lebih susah untuk disembuhkan.

tapi hebatnya meraka... mereka bisa kuat menjalani semua itu, mereka tetap bersyukur pernah mengalami hamil & melahirkan secara normal, mereka bilang ini memang sudah jalanNya, kita sudah mengusahakan yg terbaik sebisa kita dalam arti kontrol sesuai waktu, vitamin di minum, dsbnya, mereka ikhlas menerima itu walaupun mereka ga tahu secara pasti sebab terjadinya hal itu & bisa bilang bahwa anak itu adalah tabungan mereka di akhirat nanti, yg akan memanggil2 mereka kelak di surga nanti, aamiin...aamiin ya robbal allamin.

pertama kali di sms kabarnya V (saat itu V sdg berjuang melahirkan anaknya), aku shock, kaget bgt, ga nyangka V ngalamin itu. terbayang sosok V yg menurutku manja & kekanak2an tapi ternyata dia jauh lebih kuat dari yg ku bayangkan (menurutku jauh lebih kuat daripadaku, aku rasanya ga sanggup menjalani itu semua). terkadang permasalahan2 hidup yg ada memaksa kita menjadi kuat bahkan lebih kuat dari perkiraan kita sendiri & jadi melihat orang lain serta kejadiannya dari sosok yg berbeda.

ada yg menyikapi kejadian ini menjadi lebih bersyukur krn dikaruniai putra / putri, menjadikannya sadar bahwa ia masih suka melewatkan waktu yg berkualitas dengan mereka, masih sibuk dgn kehidupannya sendiri (smart phone, twitter, fb, kerjaan, dsbnya) disaat anak2nya bersama mereka padahal orang lain mengalami cobaan berat untuk mendapatkan anak.

ada juga yg jadi bersyukur bahwa gapapa dech blm dikasih anak sekarang, daripada mengalami hal yg sama, krn dia merasa tdk akan sanggup berada di posisi itu, mgkn memang blm waktu yg terbaik buatnya.

yg pasti... Allah lah yg mengetahui segala sesuatu yg terbaik bagi hambanya
bahwa dibalik suatu peristiwa pasti ada hikmah baik bagi yg mengalaminya maupun bagi orang2 lain yg mengetahuinya &....
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Q.S Al- Baqoroh 286)



5 komentar:

  1. Innalillahi turut berduka ya. Ya Allah pasti berat ya untuk para orng tuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak, pasti berat banget buat mereka ya...

      Hapus
  2. Innalillahi....semoga mereka diberikan kekuatan. Ikutan mewek net bacanya.

    BalasHapus
  3. Innalillahi wa innailaihi rojiun...
    Kejadian2 kayak gitu yg aku takutkan semasa hamil, tapi kemudian tersadar jg kalo umur memang takdir Allah.

    Semoga keluarga2 yg diberi ujian dr Allah bs melalui dgn baik dan insya Allah mendapat balasan surga dariNYA, aamiin yra.

    BalasHapus