15.2.10

di balik kisah seorang papa

aku copas ini dari http://harleinz.multiply.com/journal/item/26/Dibalik_Kisah_Seorang_PAPA
setiap baca pasti aku nangis
ngerasa aj, kl papaku ky gini

DIBALIK KISAH SEORANG PAPA

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa,
yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau
di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh
dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk
menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu,
jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk
menelponmu?


Mungkin dulu sewaktu kamu kecil,
Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah
lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa
yang kau lakukan seharian?


Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa,
Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang :
"Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu,
dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu
putri kecilnya PASTI BISA.


Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan
yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas :
"Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu,
Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak
yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek,
Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak
dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu
dengan lembut.

Ketahuilah,
saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.


Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam,
dan Papa bersikap tegas dan mengatakan:
"Tidak boleh!".

Tahukah kamu,
bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa,
kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa,
dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak
marah adalah Mama....

Tahukah kamu,
bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak
dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu,
Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?


Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu,
atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,
Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol
berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu,
kalau hati Papa merasa cemburu?


Saat kamu mulai lebih dipercaya,
dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah
untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu,
dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan
mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu,
bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"


Setelah lulus SMA,

Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter
atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu
tidak sesuai dengan keinginan Papa


Ketika kamu menjadi gadis dewasa....Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu,
dan menyuruhmu untuk berhati-hati. ..

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan
memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut
matanya, dan menepuk pundakmu berkata
"Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi
dan menjadi dewasa.


Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester
dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa
sama dengan teman-temannya yang lain.


Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,
dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah :
"Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa,
Ia sangat ingin mengatakan
"Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat
anaknya tersenyum?


Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat
"putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa,
dan telah menjadi seseorang"


Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan
meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.


Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama
seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya,
Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui,
di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar,
dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia,
kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan,
Papa berkata:
"Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."


Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu
bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....



Papa, Ayah, Papi, Bapak atau Abah kita...


Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...


Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...


Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .


Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa
"KAMU BISA" dalam segala hal...


2 komentar:

  1. jadi kangen ma bapakku...
    dulu emang sempat sebel dengan sikap beliau, tapi saat sudah grow up baru sadar deh, itu tanda sayangnya beliau buat kita...

    BalasHapus
  2. @putri puput
    y bener bgt say, kdg2 kita sk salah artiin skp ortu pdhl niatnya selalu baik
    skrg kita dah mau jd ortu, br dech kepikiran alasan ortu bsikap ky gt k kita=D

    BalasHapus